Rabu, 20 Mei 2009

Indahnya Kebersamaan


20 Mei 2009

Kalau goweser berkumpul pasti ada sesuatu dibalik itu, entah fun bike ataupun kegiatan sosial lainnya. Kali ini, para pesepeda berkumpul memang karena niatan untuk bersama-sama menunjukkan kebersamaan yang dibungkus dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Sejak diputuskan untuk gowes bersama saat pertemuan para kepala suku dan senior pesepeda tanggal 17 Mei 2009 yang lalu, 'panitia' hanya memiliki waktu 3 hari untuk mempersiapkan bersepeda bersama ini. Tapi memang kalau sudah niat kuat dan didukung oleh rekan-rekan semua, pasti berjalan.

Ada Pak Drajat Wibawa, masih ingat kan pak pulisi kita ini? Beliau yang membantu untuk mendapat ijin dari Poltabes Denpasar. Ali, goweser sabtu pagi jurusan Ubud Denpasar, juga ikut membantu dengan mengantar ke Poltabes dan langsung bertemu dengan Bp. Wakapoltabes. Terimakasih om DW dan Ali...

Selain itu, ada Pak Agung Rama dari Lelasan Berseri yang mendukung penuh kegiatan ini. Tadinya sih mau meminjamkan official car nya, namun ternyata dipakai untuk mengangkut peralatan tabuh gong yang akan dipakai lomba 'baleganjur' di lapangan puputan hari yang sama dan jam yang sama! What a nice coincidence! Akhirnya hanya megaphone yang dapat dipinjam dari Lelasan Berseri. Terimakasih, Pak Agung Rama...

Ada juga Pak Dewa Satak, ini masuk list panitia kali ya haha.. yang secara intens memantau perkembangan persiapan. Maunya sih pinjem bendera dan tiang untuk ditaruh di official car, tapi ternyata ga ketemu hehehe.. ga apa2.. ada Om Soni yang siap dan sigap meminjamkan mobil pikupnya beserta bendera yang dibutuhkan. Terimakasih Pak Dewa dan Om Soni B2W.

Sementara itu, para B2W Bali sibuk semua, mulai dari komandannya, Arie, Opie, Pasek, Yanuar, Oland, Adji, Taufik, Andre, Fengky, Ridwan dan lainnya juga aktif membantu. Terimakasih semuanya.

Kemudian tak lupa dukungan dari seluruh ketua klub dan komunitas bersepeda Denpasar, baik yang ikut maupun yang belum sempat ikut karena masih pada jam kerja. Terimakasih atas dukungan dan keikutsertaannya.

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang kurang berkenan dalam pelaksanaan bersepeda bersama tersebut. Dari hati yang paling dalam..

Orti sejangkep nyane... yang artinya cerita selengkapnya..

Sore itu, pukul 17.30 sudah terlihat para pesepeda berkumpul di depan Museum Bali. Pak polisi juga sudah terlihat berjaga-jaga, juga dari dinas perhubungan. Dinas perhubungan? Siapa yang ngundang ya? Heheh ternyata ada lomba 'baleganjur' atau gong tabuh khas Bali yang diadakan pas hari itu juga dan jam yang sama. Wah ini sama-sama beruntung, lomba gong dapat penonton tambahan dari para pesepeda, dan misi gowes bersama juga mendapat perhatian dari penonton baleganjur.. hehe.. sip sip. Komunikasi kecil terjadi antara pengatur lomba baleganjur dan panitia gowes bersama. All is good.

Tak berselang lama, lewatlah para kontestan baleganjur ini. Kok rasanya event bersepeda yang disemarakkan oleh baleganjur ini ya? Hihihi.. bolelah ge-er sedikit.. Setelah semua kontestan lewat, para pesepeda dari berbagai klub dan komunitas pun semakin banyak berdatangan. Ada dari Dallas Bali Bikers Gang, Lelasan Berseri, Sandat CC, Betty CC, Lisna, GT Bikers, Sesapi CC, Satak CC, siapa lagi ya.. mohon maaf kalau belum disebut... pokoknya banyak deh. Termasuk dari ROKET. Yap, ini legend! Kelompok senior yang masih kencang lari sepedanya.. ada pak wayan nana disana.. hehe.. meski sudah berumur, tapi tak terkejar. Coba aja kalau penasaran.

Semua terlihat akrab sekali. Tak berselang lama, 'panitia' memanggil semua kepala suku untuk bersama-sama memberikan sambutan. Setelah itu, langsung start dengan dipandu oleh mobil patwal. Ada sekitar 150 pesepeda memenuhi jalan yang melintasi Jl. Veteran, Jl. Patimura, Jl. Supratman, Jl. Nusa Indah, Jl. Hayam Wuruk, Bunderan Renon dan kemudian finish di Bajra Sandhi Renon persis di depan kantor gubernur. Wah, terlalu pendek ya rutenya hehehe.. ga apalah karena misinya hanya untuk kebersamaan dan menebar virus bersepeda kok.

Tak berselang lama, sampailah di finish. Ceritanya mau foto bersama di lapangan dengan latar belakang monumen bajra sandhi. Tapi ternyata dipakai bermain sepak bolah oleh masyarakat, jadi fotonya di jalan saja. Jepret sana jepret sini selesai kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi bersama lagu Padamu Negeri. Wah terasa sekali lagu ini membangkitkan rasa nasionalisme.

INDONESIA BANGKIT!
Pesepeda di Bali juga! Mari marii...

ED

Tidak ada komentar:

Posting Komentar