Selasa, 02 Juni 2009

Photo Trail

Berikut adalah foto-foto lama yang belum sempat di upload dulu karena berbagai alasan seperti koneksi internet lemot, sibuk dan terutama malessshh.. yaa penyakit umum yang diderita oleh baaaanyak orang dan seperti penyakit ini nempeeel seperti perangko.. Sile disimak lah pakcik, makcik.. Mohon maap yang dulu minta poto baru bisa di upload sekarang.. hihihi..

Daisuke - penjelajah 125 negara dengan sepeda - mampir di Bali.
Daisuke sempat menginap di Oka House, rumah Pak Agung Rama, ketua Komunitas Bersepeda Lelasan Berseri dan sharing dengan rekan-rekan pesepeda. Sempat juga mampir ke Center Point Cafe di Bajra Sandhi Renon, disana dijamu oleh pemilik yang juga pesepeda, Gung Erie dan Bu Tammy. Kalau dilihat dari sepedanya, wah kalah juauh dengan milik para personel Lelasan Berseri. Ini bukti kalau dengkul power rules! hehehe.. Haik! monggoneehh disimak fotoneehh..









ID FOLDING BIKE JAKARTA 2nd Birthday in Bali
Ini foto-foto waktu kelompok sepeda lipet dari Jakarta, IdFoldingbike, melakukan perjalanan ke Bali selama beberapa hari muter-muter di Denpasar dan sekitarnya. Nginep di Kuta, trus naik sepeda kuecil-cuilik itu ke Nusa Dua dan sekitarnya sampai ke Ubud! Weleh.. ceritanya sih ibu-ibunya pada naik taxi.. tapi ada juga yang kuwat dan sampai ditujuan.. alamak. Nyiksa banged. Tapi mereka terlihat begitu senang dan gembira.. saluuuuttt... Ayo nambah terus anggotanya IdFolding.. termasuk di Bali! Yap.. udah ada Dahon Owner Group alias DOG.. tuh liat logonya disebelah. Logo itu diambil dari Facebook nya Om Inu B2W Jakarta.. boleh ya om Inu ta tempel disini hehehe.. trus ada juga Nomad Owner Group alias NOG.. dan yang terakhir ada SOG - ini Specialized Oh God! hehe ya menyimpang dari topik sedikit.. ok enjoy the photos..





Senin, 25 Mei 2009

Car Free Day - Versi Surabaya

Ya, dari judulnya sudah bisa ditebak ya? Surabaya sudah punya CFD. Bali, kapan? Kita semua sedang berusaha menuju kearah itu. Kenapa sih harus CFD? Apa saja manfaatnya? Kok rasanya ngebet sekali ingin punya CFD? Jawabannya dapat dilihat dari pemerintah yang sudah menerapkannya. Coba klik disini.

Sederhana saja. CFD itu adalah salah satu bentuk wujud kepedulian pemerintah khususnya untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor. Seberapa efektif sih CFD untuk mengurangi polusi? Mungkin tidak terlalu besar... tapi yang perlu dicermati disini bukan seberapa efektifnya namun sebuah action, tindakan nyata untuk mengurangi pemanasan global. Seperti orang Bali bilang "sing care ngugut tabia, langsung lalah" yang artinya "tidak seperti menggigit cabai, langsung terasa pedasnya." CFD pun begitu, tidak terasa langsung efek pengurangan polusinya namun trickle down effect nya yang cukup besar yaitu merangsang masyarakat untuk memanfaat 'fasilitas' ini dengan berbagai kegiatan kreatif selain olah raga, dan tidak hanya bersepeda saja.

Perlukah Bali memiliki CFD? Perlu sekali. Mau nunggu sampai macet dulu baru bikin CFD? hehehe.. just kidding.. ya jelas perlulah. Bukan untuk mau ikut-ikutan pemerintah kota lain yang sudah duluan menerapkan CFD, tapi karena dasarnya memang kepedulian akan lingkungan. Kalau memang bukan kita yang di Bali yang concern, siapa lagi?

Dimana CFD sebaiknya? Di civic center renon. Pas sekali. Menjadi rujukan yang paling utama untuk berolah raga dan melakukan aktivitas ringan lainnya seperti pameran, fun bike, senam, yoga dll.

Kapan? hhehee... maunya sih mulai minggu besooookkkk... Tapi CFD kan tidak sekadar menutup jalan saja. Yang jelas pasti ada yang diuntungkan dan ada juga yang 'dirugikan' oleh CFD ini. Jalan orang ditutup ya pasti ada implikasi laaaah... nah ini yang harus dipelajari dan dibahas dengan bijaksana. Tugas siapa? Yaaa mulai instansi terkaitlah seperti Kodya, Dishub, Pak Polisi, seluruh komunitas bersepeda di Denpasar, dll.. ga tau deh siapa lagi. Tapi yang jelas siapa aja yang peduli.. yuk dukung.

O ya, satu lagi. Gimana kalau sudah ada CFD dan ternyata sepi.. tak ada sambutan dari masyarakat? hmm.. gimana ya? Rasanya sih kecil ya kemungkinan itu. Lha wong ga ada CFD aja lapangan renon udah packed with people.. every morning. Apalagi hari libur.. penuh dah.

Ini sekadar IMHO.. in my humble opinion saja.. kita tunggu gebrakan dari kawan2 pesepeda se Denpasar! Mari mari...

ED

Rabu, 20 Mei 2009

Indahnya Kebersamaan


20 Mei 2009

Kalau goweser berkumpul pasti ada sesuatu dibalik itu, entah fun bike ataupun kegiatan sosial lainnya. Kali ini, para pesepeda berkumpul memang karena niatan untuk bersama-sama menunjukkan kebersamaan yang dibungkus dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Sejak diputuskan untuk gowes bersama saat pertemuan para kepala suku dan senior pesepeda tanggal 17 Mei 2009 yang lalu, 'panitia' hanya memiliki waktu 3 hari untuk mempersiapkan bersepeda bersama ini. Tapi memang kalau sudah niat kuat dan didukung oleh rekan-rekan semua, pasti berjalan.

Ada Pak Drajat Wibawa, masih ingat kan pak pulisi kita ini? Beliau yang membantu untuk mendapat ijin dari Poltabes Denpasar. Ali, goweser sabtu pagi jurusan Ubud Denpasar, juga ikut membantu dengan mengantar ke Poltabes dan langsung bertemu dengan Bp. Wakapoltabes. Terimakasih om DW dan Ali...

Selain itu, ada Pak Agung Rama dari Lelasan Berseri yang mendukung penuh kegiatan ini. Tadinya sih mau meminjamkan official car nya, namun ternyata dipakai untuk mengangkut peralatan tabuh gong yang akan dipakai lomba 'baleganjur' di lapangan puputan hari yang sama dan jam yang sama! What a nice coincidence! Akhirnya hanya megaphone yang dapat dipinjam dari Lelasan Berseri. Terimakasih, Pak Agung Rama...

Ada juga Pak Dewa Satak, ini masuk list panitia kali ya haha.. yang secara intens memantau perkembangan persiapan. Maunya sih pinjem bendera dan tiang untuk ditaruh di official car, tapi ternyata ga ketemu hehehe.. ga apa2.. ada Om Soni yang siap dan sigap meminjamkan mobil pikupnya beserta bendera yang dibutuhkan. Terimakasih Pak Dewa dan Om Soni B2W.

Sementara itu, para B2W Bali sibuk semua, mulai dari komandannya, Arie, Opie, Pasek, Yanuar, Oland, Adji, Taufik, Andre, Fengky, Ridwan dan lainnya juga aktif membantu. Terimakasih semuanya.

Kemudian tak lupa dukungan dari seluruh ketua klub dan komunitas bersepeda Denpasar, baik yang ikut maupun yang belum sempat ikut karena masih pada jam kerja. Terimakasih atas dukungan dan keikutsertaannya.

Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada yang kurang berkenan dalam pelaksanaan bersepeda bersama tersebut. Dari hati yang paling dalam..

Orti sejangkep nyane... yang artinya cerita selengkapnya..

Sore itu, pukul 17.30 sudah terlihat para pesepeda berkumpul di depan Museum Bali. Pak polisi juga sudah terlihat berjaga-jaga, juga dari dinas perhubungan. Dinas perhubungan? Siapa yang ngundang ya? Heheh ternyata ada lomba 'baleganjur' atau gong tabuh khas Bali yang diadakan pas hari itu juga dan jam yang sama. Wah ini sama-sama beruntung, lomba gong dapat penonton tambahan dari para pesepeda, dan misi gowes bersama juga mendapat perhatian dari penonton baleganjur.. hehe.. sip sip. Komunikasi kecil terjadi antara pengatur lomba baleganjur dan panitia gowes bersama. All is good.

Tak berselang lama, lewatlah para kontestan baleganjur ini. Kok rasanya event bersepeda yang disemarakkan oleh baleganjur ini ya? Hihihi.. bolelah ge-er sedikit.. Setelah semua kontestan lewat, para pesepeda dari berbagai klub dan komunitas pun semakin banyak berdatangan. Ada dari Dallas Bali Bikers Gang, Lelasan Berseri, Sandat CC, Betty CC, Lisna, GT Bikers, Sesapi CC, Satak CC, siapa lagi ya.. mohon maaf kalau belum disebut... pokoknya banyak deh. Termasuk dari ROKET. Yap, ini legend! Kelompok senior yang masih kencang lari sepedanya.. ada pak wayan nana disana.. hehe.. meski sudah berumur, tapi tak terkejar. Coba aja kalau penasaran.

Semua terlihat akrab sekali. Tak berselang lama, 'panitia' memanggil semua kepala suku untuk bersama-sama memberikan sambutan. Setelah itu, langsung start dengan dipandu oleh mobil patwal. Ada sekitar 150 pesepeda memenuhi jalan yang melintasi Jl. Veteran, Jl. Patimura, Jl. Supratman, Jl. Nusa Indah, Jl. Hayam Wuruk, Bunderan Renon dan kemudian finish di Bajra Sandhi Renon persis di depan kantor gubernur. Wah, terlalu pendek ya rutenya hehehe.. ga apalah karena misinya hanya untuk kebersamaan dan menebar virus bersepeda kok.

Tak berselang lama, sampailah di finish. Ceritanya mau foto bersama di lapangan dengan latar belakang monumen bajra sandhi. Tapi ternyata dipakai bermain sepak bolah oleh masyarakat, jadi fotonya di jalan saja. Jepret sana jepret sini selesai kemudian dilanjutkan dengan bernyanyi bersama lagu Padamu Negeri. Wah terasa sekali lagu ini membangkitkan rasa nasionalisme.

INDONESIA BANGKIT!
Pesepeda di Bali juga! Mari marii...

ED

Senin, 18 Mei 2009

Hari Kebangkitan (Bersepeda) Nasional

Hari Kebangkitan Nasional tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya. Apa bedanya? Pada hari Rabu, 20 Mei 2009 pukul 05.00 WITA, seluruh pesepeda diundang untuk bersama-sama memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional dengan kegiatan bersepeda. Mari berkumpul di depan Museum Bali lapangan Puputan di Patung Caturmuka Denpasar pukul 5 sore.

Indonesia harus bangkit, tidak hanya di slogan saja "INDONESIA BANGKIT" dan "INDONESIA BISA" tapi harus diambil langkah nyata untuk menuju pada Indonesia yang berdiri dengan kepala tegak karena tidak punya hutang yang banyak hehehe.. Negara kaya sumber alam kok banyak utang. (hehe ngedumel dikit yah, ini bakat alami soalnya.. )

Udah deh, mending kita gowes saja agar badan sehat, pikiran fresh, dan secara tidak langsung kita sudah berkontribusi untuk lingkungan dengan mengurangi polusi, emisi gas buang dan menghemat energi. Tuuuh, kurang apalagi?

Okeh, rekan-rekan pesepeda, mari kita bangkitkan semangat nasionalisme kita dengan menebar 'virus' bersepeda!

Salam berjuta sepeda!
ED

Minggu, 17 Mei 2009

Pertemuan Antar Klub dan Komunitas Sepeda Denpasar

Hari ini pukul 7 s/d 10 malam telah berlangsung pertemuan antar komunitas sepeda di Denpasar dan sekitarnya. Pertemuan yang hangat dan penuh canda ini telah berjalan lancar dengan hasil yang luar biasa. Berikut resume pertemuan tersebut:

Pertemuan dihadiri oleh 25 orang dari 13 perwakilan klub dan komunitas bersepeda antara lain:
1. Eko Budi Kurniawan (Ledz CC)
2. Isro Firdaus (Ledz CC)
4. AA Mahendra (46 Gowesers - bank BNI 46)
5. Made Raka Sutama (Chaval CC)
6. IDM Iwan Yudijaya (Bali Freeride)
7. IB Anom Wismaya (Lisna CC)
8. IB Suryawan (Lisna CC)
9. IDM Merthakota (Satak CC)
10. I Made G. Sugiartha (Satak CC)
11. Bayu Kusuma (GT Bikers - bank NISP)
12. Adang Asep (GT Bikers - Bank NISP)
13. Warsika (Sandat CC)
14. Bang Jefry (Dallas Bali Bikers Gang)
15. Adji Wibowo (Dallas BBG)
16. Gst Ngr Wirata Gozeng (Lelasan Berseri)
17. AA. Ngr. Rama Putra (Lelasan Berseri)
18. IGN Sukana (Lelasan Berseri)
19. Danny Putra (Pedal Lintas - Lintas Arta)
20. Sani Fauzi (Pedal Lintas - Lintas Arta)
21. Dodik Aswinarto (B2W Bali)
22. Gd. Pasek Suana (B2W Bali)
23. Kadek Ita Noviyanti (B2W Bali)
24. Endra Datta (Lelasan Berseri /B2W Bali)
25. I Gst. Ngurah Budhita (Lelasan Berseri)

Pertemuan dimulai pukul 7 malam dengan acara santap malam yang disuguhkan oleh Pak Ngurah Budhita yang juga adalah pemilik perusahaan catering terbesar di Bali yaitu Ny. Warti Buleleng. Menu ada sate ayam dengan lontong plus bakso yang mak nyus...

Biarpun tidak habis naik sepeda, selera makan teteeup.. tinggi. Hehe..

Selesai santap malam, acara dimulai dengan pembukaan oleh koordinator B2W Bali, Dodik Aswinarto yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan sedikit maksud dan tujuan diadakan pertemuan tersebut.

Acara selanjutnya yaitu ajang silaturahmi perkenalan masing-masing klub dengan memberikan ide serta mimpi yang mungkin dimiliki tentang sepeda dan bersepeda. Acara ini cukup meriah diiringi gelak tawa. Namun pada intinya, semua berharap dapat melakukan SHOW OF FORCE atau bersepeda bersama seluruh komunitas untuk menebar 'virus' bersepeda dan menunjukkan kepada masyarakat dan utamanya pemerintah bahwa penggemar sepeda dan kesadaran masyarakat untuk bersepeda telah semakin meningkat. Usul untuk gowes rutin tiap bulan bersama-sama ini hampir semua setuju. Malah ada yang mengusulkan untuk membuat baju bersama yang dapat digunakan saat gowes 'besar' tadi.

Selain itu, ada juga yang menyinggung masalah etika bersepeda di jalan raya, masalah fasilitas parkir sepeda ditempat umum dan pusat perbelanjaan, fasilitas bersepeda di kantor dan juga payung besar bagi komunitas bersepeda.

Nah, khusus yang terakhir itu, Satak CC yang dikomandani oleh Pak Dewa Satak, lalu menjelaskan konsep SAMAS Denpasar yang merupakan singkatan dari Sekretariat Bersama Sepeda Denpasar. Sepertinya konsep ini sudah dipikirkan secara matang karena sudah ada logo beserta detail maknanya.

Pertemuan berlangsung cepat sekali karena tidak terasa waktu sudah hampir pukul 10 malam. Kemudian beberapa peserta seperti Pak Agung Rama dari Lelasan dan Pakde Warsika dari Sandat mengusulkan agar kegiatan langsung diprogram dalam waktu dekat untuk menindaklanjuti pertemuan ini. Akhirnya disepakati tanggal 20 Mei 2009 pukul 5 sore, seluruh komunitas bersepeda agar berkumpul di Museum Bali untuk melakukan gowes bersama.

Sedangkan SAMAS Denpasar nampaknya masih akan dibahas pada pertemuan berikutnya karena kurangnya waktu saat itu.

Demikian kurang lebih hasil pertemuan malam ini. Detil dari pertemuan akan disisipkan segera.

Terimakasih sekali kepada seluruh rekan-rekan yang telah hadir pada pertemuan malam tadi. Hal ini dapat terjadi hanya karena kecintaan yang begitu dalam akan kegiatan bersepeda.

Terimakasih yang tak terhingga untuk Ibu Warti Buleleng dan Pak Ngurah Budhita untuk mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi tonggak yang kuat untuk melangkah lebih jauh bagi perkembangan sepeda dan pesepeda di Denpasar dan Bali.

Mohon maaf yang sebesarnya jika ada yang kurang berkenan saat pertemuan semalam. Sampai bertemu tanggal 20 mei 2009 pukul 5 sore dan bertemu kembali pada pertemuan berikutnya.

Salam berjuta sepeda!Rata Penuh

ED

Daisuke Nakanishi - 11 years of pedalling around the world


17 Mei 2009

Ini kisah anak manusia dari Jepang yang bernama Daisuke Nakanishi yang bersepeda mengelilingi dunia selama 11 tahun dan telah tiba di Indonesia yang merupakan negara ke 125 yang dikunjunginya.

Saat ini, Daesuke telah berada di Tanah Lot Bali dan menginap di rumah Pak Basil. Entah bagaimana ceritanya kok bisa ketemu Pak Basil. Tapi rencananya besok pagi akan gowes menuju Denpasar dan akan menginap di Oka House, markas Lelasan Berseri.

Besok kita tunggu cerita seru dari Daisuke. Btw, kalau mau intip websitenya, silakan klik disini.

Salam,

ED