Jumat, 07 Agustus 2009

Pelatihan Brigade Bersepeda Siaga Bencana

Sabtu, 08/08/09

Gagasan dari klub sepeda Sandat CC, sebuah klub sepeda dari Rumah Sakit Sanglah, untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan sangatlah luar biasa. Pelatihan ini diberikan selama 2 hari oleh dr. Kuning Atmadjaya, SpB(K) Trauma, FINACS., seorang ahli di bidang penanganan trauma berskala nasional dan internasional. Dr. Kuning, begitu beliau biasa dipanggil, juga adalah kepala triage RS Sanglah Denpasar.

Materi pelatihan terdiri dari:
Materi I:
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu
Triage
Anatomi tubuh manusia
Mengetahui sumber perdarahan
Cara-cara menghentikan perdarahan

Materi II:
Mengetahui adanya patah tulang
Mengetahui cara-cara stabilisasi patah tulang
Mengetahui cara evakuasi penderita/pasien

Hari kedua, Minggu, 16 Agustus 2009
Praktek Manikin
Simulasi

Dari pemaparan dr. Kuning terlihat peserta sangat antusias. Para peserta terdiri dari klub:
Lelasan Berseri
Satak CC
Lisna CC
Roket CC
Capung CC
Betty CC
The Deaf
B2W Bali
Mc Donalds CC
Foldingbike Bali Community
BNI 46 Gowesers
Sandat CC
Wakil SAMAS

Program B2SB ini adalah kerjasama Sandat CC, RS Sanglah dan Samas Denpasar. Semoga program yang baik seperti ini dapat berlanjut terus seperti harapan Dirut RS Sanglah yang berkenan membuka acara ini dan dihadiri oleh jajaran direksi dan 23 peserta.

Harapannya adalah, setelah pelatihan ini, seluruh peserta dapat menjadi paramedik dan siap menularkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh bilamana perlu.

GO SAMAS!

ED

Rabu, 05 Agustus 2009

Car Free Day - di Bali!

Kamis 06 Agustus 2009

hehehe ketawa dulu deh.. soalnya luama buanget ga update blog! Maap maap bukannya mangkir dan banyak alasan seperti dulu.. tapi ini murni memang karena sibuk urus persiapan Car Free Day yang sudah di ACC oleh Pemkot Denpasar. Ceritanya panjaaaaaaaang banget dan rasanya saat ini belum punya waktu untuk tulis-tulis karang-mengarang.. hihihi.. maap maap.. tapi yang penting-penting diulas disini sekarang..

Untuk itu mohon seluruh klub/komunitas yang kebetulan mengakses blog ini, ataupun yang belum kenal mohon digetok-tularkan... toooookkkkkk..... supaya be informed and keep updated untuk acara penting kita bersama.

Sesuai dengan rapat terakhir Samas Denpasar antara pengurus dan ketua klub/komunitas yang hadir pada tanggal 04 Agustus 2009, rapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pada tanggal 15 Agustus 2009 adalah hari Pencanangan Car Free Day di Denpasar yang akan diisi dengan acara sbb:
>> Fun Bike yang dibungkus dengan budaya yang disebut: "Ngider Buana". Intinya adalah seluruh peserta dikelompokkan menjadi 4 grup besar dan disebar ke 4 penjuru mata angin dari sentral lapangan puputan dan kembali menuju sentral.
Kelompok UTARA:
Kelompok TIMUR:
Kelompok SELATAN:
Kelompok BARAT:
Rute dan klub yang masuk dalam masing-masing kelompok akan diupdate malam ini. Maap.. masih harus koordinasi dulu.

>> Peresmian Samas Denpasar
>> Pencanangan Car Free Day oleh Pak Walikota. Car Free Day akan diwujudkan di RENON. Rute CFD akan diupdate segera.. hehe.. ini juga masih menunggu koordinasi.. duuuh.. maap maap.
>> Peresmian Brigade Bersepeda Siaga Bencana (B2SB). Mohon wakilnya 2 orang dari masing-masing klub untuk dilatih P3K dll oleh RS Sanglah Denpasar. Bisa hubungi kami langsung, pak dewa dan saia, ED. Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 8-9 Agustus 2009 mulai pagi sampai siang di RS Sanglah Denpasar.
>> Hiburan live music oleh Johny Agung Double T, Harley Angels, Psychofun dll. Door prize dari Polygon dan Bali TV berupa sepeda gunung. Dan hadiah lainnya.

Sementara itu tanggal 16 Agustus 2009: Car Free Day pertama di Bali akan diluncurkan di Renon dan akan langsung dinikmati oleh Pak Walikota bersama pimpinan MUSPIDA Denpasar.

Demikian update sementara dan akan dilengkapi segera.

Salam sibuk.. duuuuhhhh..

ED

Selasa, 21 Juli 2009

It's NOT the bike, it's you!


Seli keliling Bali?

Nantikan cerita serunya!

ED

Rabu, 15 Juli 2009

UU No. 22/2009

Rabu, 15 Juli 2009

Isi blog ini kok ya semakin serius aja.. hahaha.... mudah-mudahan ga ngebosenin deh bacanya.. hanya sekedar ingin berbagi informasi perkembangan gerakan bersepeda dan yang terkait tentang sepeda. Boleh, kan?

Sejak dibentuk kepengurusan SAMAS Denpasar, pengurus langsung sowan ke Bapak Walikota Denpasar secara informal atau offline. Tujuannya sudah jelas lah ingin menyampaikan ke Pak Wali bahwa SAMAS Denpasar siap untuk diresmikan dan memohon agar beliau bersedia menjadi pembina sekaligus pelindung.

Selain itu, tentunya langsung to the point memohon agar Bali memiliki Car Free Day, yaitu hari bebas kendaraan.

Dari pertemuan sore yang penuh suasana kehangatan, Pak Wali rupanya sangat antusias dan mendukung dibentuknya SAMAS Denpasar dan juga program car free day. Hebatnya, Pak Wali langsung bergerak hingga hari ini, pengurus SAMAS Denpasar yang diwakili oleh DM. Merthakota, Putu Kusuma, AA. Ngurah Rama Putra, Kadek, Ajus Purnamadi, Ngurah Budhita, dan penulis sendiri bertemu dengan Kadis Perhubungan di kantor Dinas Perhubungan di Jalan Cargo.

Dari pertemuan dengan Pak Kadishub, pengurus SAMAS Denpasar mendapat sambutan positif yang luar biasa. Rupanya pihak Dishub sendiri pun memiliki mimpi yang sama yaitu ada hari bebas dari kendaraan di ruas jalan tertentu. Sip, Pak.

Sambil menyimpulkan hasil pertemuan yang santai namun padat tersebut, Pak Kadishub minta agar SAMAS Denpasar segera mengajukan permohonan resmi ke Walikota dengan tembusan kepada pihak Dinas Perhubungan. Siap, Pak.

Rasanya dengan diterbitkannya UU No. 22/2009 yang baru saja ditandatangani oleh Bapak Presiden RI, rasanya keinginan untuk memiliki car free day semakin kuat landasan hukumnya. Berikut cuplikan isi dari UU No. 22/2009 tersebut:

Pasal 25
(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan
perlengkapan Jalan berupa:... Read More
a. Rambu Lalu Lintas;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. alat penerangan Jalan;
e. alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan;
f. alat pengawasan dan pengamanan Jalan;
g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang cacat; dan
h. fasilitas pendukung kegiatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berada di
Jalan dan di luar badan Jalan.

Bagian Keenam
Fasilitas Pendukung
Pasal 45... Read More
(1) Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:
a. trotoar;
b. lajur sepeda;
c. tempat penyeberangan Pejalan Kaki;
d. Halte; dan/atau
e. fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut.
(2) Penyediaan fasilitas pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diselenggarakan oleh:
a. Pemerintah untuk jalan nasional;
b. Pemerintah Provinsi untuk jalan provinsi;
c. Pemerintah Kabupaten untuk jalan kabupaten dan jalan desa;
d. Pemerintah Kota untuk jalan kota; dan
e. badan usaha jalan tol untuk jalan tol.

Senang sekali rasanya seluruh pejabat daerah mendukung gerakan bersepeda namun akan lebih dahsyat lagi jikalau seluruh pejabat tinggi daerah memberi contoh dengan bersepeda seperti halnya di Makasar, yang menurut informasi dari rekan B2W disana, Gubernur dan Walikota ikut bersepeda bahkan menyanggongi toko sepeda setempat untuk membahas sepeda dan kegiatannya. Hebat!

Heheehe ya ya satu-satu deh.. CFD dulu...

Demikian sekilas info.. and please be informed and updated bagi pengurus SAMAS Denpasar yang berhalangan hadir dan seluruh komunitas SAMAS Denpasar.. :)

Salam berjuta sepeda..

ED


Senin, 06 Juli 2009

Kepengurusan SAMAS Denpasar

Minggu, 5 Juli 2009

Masih ingat dengan SAMAS Denpasar? SAMAS adalah singkatan dari Sekretariat Bersama Sepeda yang berlokasi di Denpasar. Jadi idenya adalah seluruh komunitas sepeda yang berada di Denpasar dan sekitarnya bersatu untuk tujuan yang lebih besar dan bermanfaat bagi pesepeda dan masyarakat luas tentunya.

Nah, setelah menunggu cukup lama, tim formatur yang terdiri dari Bp. Putu Kusuma, AA. Ngurah Rama Putra, dr. AA. Jaya Kusuma, SpOG, Dewa Made Merthakota dan penulis sendiri, akhirnya berhasil menyusun kepengurusan organisasi yang bebas politik praktis dan murni bersifat sosial ini.

Adapun susunan kepengurusannya adalah sbb:

Pelindung: Walikota Denpasar (to be confirmed dengan beliau)

Penasihat:
Putu Kusuma, S.H., MKN.
AA. Ngurah Rama Putra
dr. AA. Jaya Kusuma, SpOG.
Komang Narendra
Asep Dadang
Dodik Aswinarto
Putu Budiasa
Wiwien Gunawasika

Ketua Umum:
Dewa Made Merthakota

Ketua I Bidang Kegiatan: AA. Bagus Purnamadi
Ketua II Bidang Humas: Kadek Sugiarta

Sekretaris I: Endra Datta
Sekretaris II: Andre Subijanto

Bendahara I: I Gst. Ngurah Budhita
Bendahara II: Kadek Noviyanti

Koordinator Lapangan:
Jefry Dallas
Warsika
Pasek
IB. Suryawan

Sekretariat:
Kayumas Inn
Jalan Surapati 23
Denpasar

Demikian laporan singkat dari hasil rapat yang diadakan di Kayumas Inn yang dihadiri oleh 30 lebih pesepeda dan para senior pesepeda di Denpasar.

Laporan lebih lengkap akan disusun kemudian.

Selamat bekerja kepada seluruh kepengurusan SAMAS Denpasar. Semoga dapat menjadi tonggak sejarah perkembangan dunia persepedaan di Denpasar dan Bali.

ED

Rabu, 01 Juli 2009

CITRA - CURHAT..

Kamis, 3 Juli 2009

Melihat dari judul, mungkin asosiasinya ke perempuan bernama Citra, ya? Apalagi dibelakang judul ada embel-embel "curhat" yang merupakan singkatan dari "curi perhatian", maksudnya adalah berbagi cerita yang biasanya merupakan keluh kesah dan masalah.

Tapi kali ini yang dibahas bukanlah seorang gadis cantik namun lebih ke CITRA dalam arti 'image' atau pencitraan. Ada apa?

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah surat kabar nasional mungkin sempat membaca ada artikel tentang sepeda lipat di Bali. Ya, sebuah komunitas sepeda lipat yang bernama Foldingbike Community Bali (FCB) telah terbentuk. Kita bahas tentang FCB yang ciamik ini kemudian ya.. Let's focus on the news published.. Nah, pada pemberitaan yang diterbitkan dalam 3 edisi ini, citra yang diangkat sama sekali berbeda dengan yang diharapkan.. begini ceritanya..

Dalam berita pertama pada hari Minggu, 28 Juni 2009, judul besar-besar dibuat dengan menonjolkan sisi borjuis komunitas sepeda lipat ini. "Hobi baru kalangan berduit di kota Denpasar", kurang lebih begitulah tag line nya.. dengan judul, "Sepeda lipat seharga Rp. 40 juta". Dalam cerita itu diulas bahwa komunitas ini dibentuk dengan member orang-orang yang high profile.

Dalam berita edisi kedua pada hari Senin, 29 Juni 2009, cerita masih berlanjut dengan mengulas sisi "wah" komunitas ini sehingga citra yang terbentuk pun menjadi eksklusif sekali.

Saat cerita pertama muncul, berbagai tanggapan negatif kemudian mengalir. Rasa resah dan kurang nyaman pun dirasakan oleh sebagian besar komunitas sepeda lipat ini dan juga komunitas sepeda seperti Bike To Work Bali dan lainnya. Penulis yang kebetulan menjadi "model" dalam cerita itu pun tidak luput dari rasa kurang nyaman ini.

Saat cerita kedua bergulir, rasa kurang nyaman semakin menjadi-jadi. Kok gini jadinya? Begitu tanggapan kawan-kawan pesepeda.

Keesokan harinya, cerita ketiga muncul dengan suasana yang diharapkan. Ini melegakan semua pihak karena cerita yang disampaikan lebih fokus kepada MISI yang diemban oleh komunitas sepeda lipat ini dan komunitas sepeda lain pada umumnya. MISI tersebut adalah bersepeda untuk kesehatan, penghematan energi, pengurangan emisi gas buang dan lingkungan dalam arti luas.

Memang dalam menulis sebuah berita, diperlukan sensasi untuk menarik orang membaca lebih jauh. Namun sensasi yang berlebihan rasanya akan merugikan pihak-pihak yang memiliki keinginan tulus untuk berbuat, mungkin kecil, sesuatu bagi lingkungan dan bumi ini.

Mengumbar sisi borjuis dan eksklusivisme tidak akan memberikan tanggapan yang baik, malah akan menjadi buah bibir dan dicibir. DAN ITU BUKANLAH CITRA YANG INGIN DISAMPAIKAN KEPADA MASYARAKAT LUAS!

Dan pada kenyataannya para komunitas sepeda terdiri dari berbagai kalangan dan melebur menjadi satu. Tidak ada yang membicarakan masalah borjuisme. Tapi dengan niat tulus bersepeda sebagai hobi, untuk kesehatan dan lingkungan! Selebihnya kembali ke individu masing-masing. Karena sepeda juga memiliki tingkat kenyamanan. Ada harga, ada kualitas. Begitulah kenyataannya.

Demikianlah tulisan curhat ini disampaikan agar tidak mengendap didalam hati dan menjadi tidak sehat. Mohon maaf bagi pihak yang merasa dirugikan dengan tulisan ini.

ED
emosi ya? hihihihi... maap maap..