Senin, 28 November 2011

Liputan aktifitas sepeda di Bali

KAMIS, 24 NOVEMBER 2011

Cross country menerobos kejenuhan wisata Bali

Goes Bike
Bali memang surga pariwisata dan budaya di Indonesia. Salah satu eksplorasi wisata yang belakangan ini dilakukan adalah cross country bike, aktifitas “penggowes” dengan menggunakanmountain bike. Bersepeda menjelajah wilayah melewati areal yang bukan jalan utama.

Cross country diyakini sebagai salah satu aktifitas yang dapat memecah kepenatan. Menikmati pemandangan dengan kombinasi medan yang menantang, benar-benar memacu adrenalin. Di Bali, olah raga ini sedang naik daun. Bahkan, menjadi salah satu cabang olah raga sepeda dalam Pekan Olah raga Propinsi di Pulau Dewata itu.

Bike tourism

Bicara soal kepariwisataan di Bali memang tidak ada habisnya. Pulau dengan luas 5.634 meter persegi, Bali selama ini dikenal dengan garis pantainya yang panjang dan indah. Juga budaya Hindu Bali yang unik, berpadu dengan bentuk bangunan asli yang khas, patung dan tentu saja keramahan masyarakatnya.

Belakangan, fasilitas menikmati Pulau Dewata bertambah dengan munculnya bike tourism,aktivitas menikmati Bali dengan bersepeda. Endra Datta, salah satu pegiat club sepeda di Denpasar melihat hal itu sebagai warna baru dalam dunia pariwisata. Simak saja, hotel-hotel mulai melengkapi diri dengan fasilitas layanan persewaan sepeda. “Di antara pilihan layanannya adabike tourism seperti cross country,” kata Endra.

Munculnya bike tourism seiring dengan perkembangan olah raga sepeda di pulau itu. Rata-rata, toko sepeda di Denpasar menjual hampir 100 unit sepeda perbulan. Tak heran, bila kemudian bermunculan pula klup sepeda. Data yang dimiliki Sekretariat Bersama Sepeda Denpasar menyebutkan, saat ini ada 200 club sepeda, dengan jumlah anggota mulai 25 sampai ratusan orang.

Para klub inilah yang mengembangkan unit usaha cycling guide. Salah satu bisnis yang menjual jasa pemandu wisata dengan transportasi sepeda. Cross country tentu saja menjadi bagian dari model wisata yang ditawarkan.

Haji Priyo, pengurus club sepeda Dallas, Denpasar salah salah satu pengelola wisata cycling guide. Paket wisata sepeda Paket yang ditawarakan tergolong fantastis. Rata-rata, Rp.950 ribu perorang, dengan fasilitas handle guide selama bersepeda cross country menjelajah desa, akomodasi dan konsumsi dua hari satu malam. Tentu saja sekaligus sepeda MTB dan antar jemput dari lokasi ke bandara.

Beberapa perusahaan travel agen di Bali juga melakukan hal yang sama. Banyak paket adventuredengan sepeda dijual dengan berbagai harga. Dari cross country dengan family bike hingga yang berbahaya extreme bike dikemas sebagai wisata alternatif. Harganya, jelas berbeda dengan yang ditawarkan club sepeda.

Informasi

Mengelola unit layanan jasa cycling guide, bukan hal yang mudah. Perlu orang-orang terpercaya untuk mengelola wisatawan. Tak lupa, pengetahuan mendalam tentang area yang akan dilewaticross country bike. Deskripsi wilayah jelajah dan level kesulitan ataupun deskripsi geografis secara utuh. Guide sepeda yang bertugas dalam mengelola wisatawan, memberikan motivasi dan obrolan menarik seputar sepeda dan alam desa yang dijelajahi.

Motivasi ini berlaku apabila wisatawan di tengah perjalanan merasa sangat lelah atau tidak mampu mengayuh dalam kemiringan ataupun melewati jalan yang terjal dan curam. Guide sepeda tidak akan membiarkan si pengguna jasa layanan mengalami kesulitan apapun. Bila klien adalah anak-anak dalam paket family, pekerjaan akan lebih berat. Untuk paket ini, daerah yang dipilih lebih mudah dalam ukuran medan.

Dan semuanya, wajib mengenal apa yang disebut safety bike atau cara aman dalam bersepeda. Karena itulah, perlengkapan seperti helm, pengaman lutut dll, masuk dalam kategori wajib dalam aktivitas ini. Apalagi, Bali memiliki kemiringan lahan datar 0-2 persen, dengan luasan 122.652 hektar. Juga lahan bergelombang tercatat angka 2-15 persen seluas 118.339 hektar. Lahan curam di beberapa tempat 15-40 persen denga luas. 190.486 hektar.

Lahan sangat curam lebih dari 40 persen seluas 132.189 hektar. Sudah dapat dibayangkan, bahwa konture yang dinamis ini membuat para club sepeda dan pebisnis jasa layanan wisata cross country memilih keamanan bersepeda adalah pilihan yang tidak bisa dihindari.

Tempat-tempat pilihan yang biasa dipakai dalam aktifitas ini adalah di Baturiti, Kintamani, Abian Semal dengan menyusur desadan Tukad Badung dan juga Bukit Jimbaran. Persawahan area Tanah Lot juga menjadi destinasi aktifitas ini.

Khusus

Andras Kuhn, ekspatriat asal Jerman menceritakan, ada spesifikasi khusus yang harus dimiliki sepeda jenis MTB yang akan digunakan dalam cross country. Jenis hard tile minimal memakai suspensi tunggal di depan. Dilengkapi dengan cakram depan dan belakang memiliki tiga speed. Komposisi piringan gir nya minimal 11-32 atau 11-34. Pedal sepeda bisa memakai clip dan non clip (kait sepatu dan pedal).

Beberapa bike shop di Bali menjual tas atau hydron bag. Hydron bag ini adalah tas punggung yang dikhususkan untuk menyimpan air dengan kapasitas maksimal 8 liter air. Biasanya air bisa efektif dapat dinikmati oleh para bikers cross country 1 liter dalam 1 jam. Cukup menantang untuk dicoba!

Andre Abeng | Bali

0 komentar:

Poskan Komentar

Sabtu, 30 Oktober 2010

The Launching of The Bike To School program

Kamis, 28 Oktober 2010

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, program Bike To School Kota Denpasar diluncurkan secara resmi di Kantor BNI 46 di Renon Denpasar.

Seperti apa acaranya? Utang lagi... hhh kapan ya sempet nulis.. maap maap..

ED

Kamis, 28 Oktober 2010

Off Road Rasa Garuda Indonesia

Sabtu, 23 Oktober 2010

Ini cerita tentang maskapai kebanggaan Indonesia, Garuda Indonesia, yang tidak hanya handal dan professional di udara, namun juga gahhhaaaarrrr di darat... bersepeda tentunya.

Seperti apa ceritanya off road bercita rasa VVIP ini? heheheh nanti yah.. belum sempet skrg.. sabar sabar...

Jumat, 22 Oktober 2010

Sawo Kecik Pump Track

Minggu, 10 10 10

Ini pumping track yang diresmikan pada tanggal 10 Oktober 2010. Kerennya, 101010. Hehehe
Diberi nama Sawo Kecik Pump Track yang berlokasi di belakang rumah, tepatnya di tebe (e dibaca seperti kata "betul"). Tebe itu bahasa Bali yang artinya lahan yang biasanya dibelakang rumah dan diisi tanaman macem2. Dan biasanya tidak terurus.. hehehe

Ide membuat pumping track ini muncul ketika searching youtube... beginilah jadinya.. hehehe...
mau mampir? boleh aja.. enjoy the video.. thanks to youtube!

Minggu, 19 September 2010

From Abang to Tangkup with mud hahaha

Karangasem, Minggu, 19 September 2010

Rindu
Sudah lama sekali tidak menjajal trek buatan alam sejak terakhir menikmati keindahan gunung batur bersama dengan kawan-kawan di Lelasan Bersery Cycling Community. Rindu dengan suasana alam nan indah alami, aroma udara khas pegunungan yang bersih, air mengalir jernih bening sebening Dian Sastro (eh, DS kurang bening ya? kalau gitu Aura Kasih deh.. yaaaaaaa uhuyy).. ya gitu deh, udah lama banget ga main jumpalitan di gunung..

Gunung Abang
Disebut gunung tapi bukan vulkanik. Gunung Abang digemari oleh para pendaki karena memiliki pemandangan yang sangat indah, yaitu Danau Batur. Ya, lokasi Gunung Abang bersebelahan dengan Gunung Batur yang vulkanis. Hutan alami masih terawat dengan baik meski sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Orang Bali memiliki apresiasi terhadap alam yang sangat tinggi dari ritual yang dijalani. Makanya jangan heran melihat pohon yang dikasi kain, biasanya checkered hitam putih kayak papan catur tuh, bak manusia yang diberi kain sarung. Kadang batu besar pun ada yang dibalut kain juga. Why? Ya, di pulau magis ini, alam menunjukkan kebesarannya. Gunung juga merupakan tempat suci bagi orang Hindu Bali. Jadi kita harus menghormati gunung... ini penting, karena kita biasa bermain off road di gunung jadi harus berusaha untuk tidak comel alias ngomong ngawur hehehe.. biasalah, kadang kalau terlalu happy, becanda suka kelewatan, ngomong suka ngelantur hehehe.. kalau di gunung ini bahaya.. ya ini sekadar masukan aja... hehehe.. believe it or not..

bersambung....

Senin, 23 Agustus 2010

Samas Singaraja - Terbentuk Sudah


24 Agustus 2010

Hari Minggu lalu tanggal 22 Agustus 2010 merupakan hari yang bersejarah bagi komunitas bersepeda di Singaraja. Sebuah kabupaten yang memiliki sejarah sebagai kota pertama di Pulau Bali. Ya, Samas Singaraja telah dideklarasikan oleh rekan-rekan yang berjumlah 15 klub sepeda.

Selamat ya, Pak Ariasa sebagai komandan Samas Singaraja. Pak Ariasa ini sangat energik sekali, penuh vitalitas.. jiaahhh pilihan katanya.. tapi memang betul, deklarasi Samas Singaraja sangat apik dikemas dengan suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan yang sangat kental.

Gosipnya, CFD akan segera diadakan di Bumi Panji Sakti itu.. semoga cepat terwujud ya..

ED

Kamis, 19 Agustus 2010

Denpasar to Kintamani On Road Uphill


19 Agustus 2010

Independence Day
The most important day in Indonesian history is the 17 August 1945, the Independence Day of The Republic of Indonesia. This year, our Nation is of 65 years old, quite old if you compared it with regular human ages. And this year, we celebrated this special day in a special way.... like how? read on...

Struggle To The Top
The idea of celebrating our Nation's Independence Day through cycling was not a new one. We did it last year. But now it was special because we hajust completed our event, The Denpasar Bike Festival 2010. If you want to know more about the event, feel free to visit www.samasdenpasar.org or just read a brief in my previous post. Anyway, what made it more special was that I took part in it. Yeaah, last year I couldn't join for a reason I forgot hahahaha.. the reason had to be so important that I missed the knee-torture-trip last year... hahaha nevermind. To be honest, a month ago when our chief in command, Mr. Dogle, announced the trip to Kintamani, I was worried ever since. I hadn't been able to really go cycling regularly because of two big reasons, the Ngaben Ceremony of my father in law and yeah, the Denpasar Bike Fest 2010. Typical classic reasons, eh? I know..

17 August 2010
To make the story short, the judgement day came.. hehehehhh.. Since there have been mocking around the gang, "The Lelasan Berseri Cycling Community", about whoever could not participate in the program, I decided to boldly join in. There were about 30 cyclists gather at Mr. Dogle's house, by the way, he owned the biggest catering company in Bali and he's our best friend hehehe. The major group came from our very own cycling club, the Lelasan Berseri and the others were from the GT Bikers. Whew, the worry grew even bigger... what if I could not make it to the top?

At 7 am sharp, we departed. Slowly we broke into the calm traffic of Jalan Gatot Subroto heading towards Penatih area. It felt good riding amongst senior cyclists in slow pace.. hehehe huhuhu... Not long after, well about an hour, we arrived at the Nasi Ayam Kedewatan, a well known traditional restaurant in Ubud. I thought we would stop and had breakfast, but unfortunately the group went on. And this was the beginning of ascending slope.. hehehehe.. you bet, it's goin up allright.. slowly and painfully.. hihihihihi...

Bad Experienced
I forgot to tell you that I tried this uphill trip a couple of months before and I failed. it I blamed it on the saddle, WTB, that rarely used for long trip cycling. My butt, sorry, has actually been familiar with Fizik Gobi saddle. I got pain in the area where my saddle met my body, so to speak... hate that back then..

Confidence
This trip, I tried to prepare myself a little bit. Learning my lessons previously, I use my favorit Fizik Gobi saddle and took my favorit vitamin. Hehehe.. you must not fall on the same hole twice... When I reached half of the trip, my confidence grew bigger. I can do this! I sang all the up to the top until finished! The two songs I sang were the "rayuan pulau kelapa" and "tanah airku".. hehehe these two songs gave me energy.... Merdeka!

The Top!
One kilometer before finish point, we passed winding steep uphill.. But it did not bother me a bit nor gave me aching knee.. nope! The optimism wipe out all the tiresome. I DID IT! hehehe.. I beat you, Kintamani....

Thanks to all my friends whom I passed by allong the way hahahahaha.. you gave me strength in some ways.. hihihihi..

JAYALAH BANGSAKU INDONESIA
seperti kata pakde boti, "Hooorrrmaaaattttt, grak!....... Selesai!"

ED

Senin, 09 Agustus 2010

Polygon Denpasar Bike Festival 2010


10 Agustus 2010

Jumpa Lagi..
Yeee.. ketemu lagi yak. Sudah lama sekali tidak menulis dan sekarang isengnya kumat lagi. Sekarang lagi di kantor sama sekretaris dan lagi nungguin Kang Adank dari GT Bikers, ini klub sepeda karyawan Bank NISP Bali, yang mau ambil proposal untuk diajukan ke Pimpinan Bank Mandiri dan Inna Bali Hotel di Jalan Veteran.. ada apa?

Otak Tegang - Sutris Banget
Sudah satu bulan mulai mengerjakan proyek besar ini dan minggu ini rasanya seluruh otot di bahu tegang sekali. Otak juga panas. Tapi semangat membara. Nah, lo.. Ya udah jadinya tegang-tegang panas membara.. hahaha.. kayak judul pelem jadul aja..

POLYGON DENPASAR BIKE FEST 2010
Nah ini dia ujung-ujungnya.. sebuah event maha besar yang pernah ada di Bali, mungkin di Indonesia Timur ya? Karena di Jawa sudah sering mengadakan pesta sepeda. Apa istimewanya di Bali? Banyak la.. coba mampir ke www.samasdenpasar.org ada info lengkap disana.. maunya sih ditulis disini.. eh ini masih harus ngerjain banyak hal loh! Padahal kan udah itungan hari nih.. meeeeeengghituuuung harrrriiiiiiii... detik demi deeeetiikk... aaaaaaaaaaaaaaa...

itu cetusan ekspresi orang yang kebanyakan ngambil kerjaan... tapi eniwei baswei.. ini event mohon didukung lo yaaa.. kita ada target 10.000 sepeda untuk Bali.. jadi para bounty hunters yang suka beli tiket banyak2 nyari hadiah.. hehehe boleeeeehhhhh tapi sepedanya juga harus dibanyakin turun yaaaaa...

untuk seluruh panitia yang sudah bekerja keras dan kerasan, tiada kata lain untukmu... merdeka! (lo?)

Apa dan Dimana
Polygon Denpasar Bike Fest 2010 ini mengambil lokasi di zero kilometer Kota Denpasar yaitu di sekitar kawasan Patung Caturmuka dan alun-alun Kota Denpasar yang lebih dikenal dengan nama Lapangan Puputan Denpasar. Nah disini, tepatnya di Jalan Veteran, noh liat peta dibawah, nanti banyak kegiatan lomba macem bacem (ini tempeeee).. semuanya terkait dengan sepeda dan lingkungan.. ada kuliner juga, pastilaaahhh.. emang enak naik sepeda ga makan enak? hehehehe...

dah, ah.. lain kali cerita lagi..
see you at Polygon Denpasar Bike Fest 2010 ya... ayo sama-sama wujudkan 10.000 sepeda untuk Bali.. tanggal 15 Agustus 2010.. tiket cuma Rp. 10 ribu saja sudah dapet kartu perdana Tri dan snack... hadiah? Puluhan sepeda MTB Polygon, Puluhan Sepeda Lipat Polygon, Satu Sepeda Polygon Royal Series, Ratusan hadiah doorprize, Laptop satu biji aja dari Acer, TIket dua biji return dari GAAAAARRRUUUUDAAAA INNNDONESIAAAA.. hand in hand we share the pride we cherish deep in our heaaaaaarrrtttt...... (ini lagu barunya pak Emirsyah Satar... bagus, pak.. bagus banget... saya suka saya suka)... trus ada lagi hadiah hiburan buanyak deh..

so, c u there! awas ga dateng lo! Nanti Pasek marah.....minum obatnya dulu sek...

ED

Sabtu, 06 Februari 2010

Lajur Sepeda


07 Februari 2010

Malu
hehehe.. lama banget absen menulis.. pasti paragraf pertama dimulai dengan ketawa sendiri karena malu sendiri.. keliatan banget malesnya ya.. ga apalah, yang penting jujur dengan diri sendiri bahwasanya hidup ini pasti ada naik turun, lagi mood lagi ilang, lagi semangat lagi lemes.. lagi tegang lagi santai.. ya begitulah hidup ini.. dinikmati saja..

Pertama-tama, selamet taon baru deh.. yaa tau udah telat dikit.. baru juga minggu pertama bulan kedua.. hehe... masih baru lah.. trus harapannya semoga di tahun 2010 nobancaptoen ini semua teman-teman yang hobi bersepeda mendapat sepeda baru yang paling bagus sesuai isi kantong.. hahaha.. ya ga? Trus, sehat.. itu pasti karena bersepeda ya? Trus all the best deh.. yang usaha tambah maju, yang kerja tambah melesat karirnya, yang jomblo dapet pasangan oke, yang belum bersepeda dan punya sepeda, buruan! beli!

Update
Nah, masuk ke topik ngapain aja selama ini? Kemana aja menghilang? hehehe.. gini gini..

Terakhir kan postingnya pas Rahma dan Yunara, ini pesepeda tuna rungu keliling Indonesia membawa nama Bike To Work Indonesia dan misi bersepeda and Go Green. Singkat cerita si RaYu ini di Bali beberapa hari dan sayangnya tidak sukses bertemu Gub tapi dapat diterima di Pemkot Denpasar. Di Bali juga RaYu mampir ke sekolah SLB B tempat para tuna rungu menuntut ilmu. Trenyuh juga loh, anak kecil-kecil yang lucu tapi tetap bersemangat mendengar, eh melihat cerita RaYu. Mereka boleh kurang satu bagian dalam tubuh namun semangat mereka nampak begitu besar. Lah, kita yang normal aja masih males-malesan ya.. nulis blog aja males. Halah.. kikikikikkk... (FB rajin loooohhhh.. add endra datta and buktikan)

Nah setelah event RaYu, kegiatan bersepeda lebih banyak diisi dengan rapat ini dan rapat itu untuk mensukseskan Car Free Day dan untuk meraih misi besar kedua yaitu lajur sepeda.

Rapat digelar dibeberapa tempat dan beberapa kali hingga menghasilkan keputusan dibentuknya tim lajur sepeda dari Samas Denpasar. Tim ini kemudian menyusun proposal lajur sepeda dengan research yang dalam dari internet dan berbagai sumber. Kemudian rapat digelar di Dinas Perhubungan Kota Denpasar yang menghasilkan keputusan studi banding ke Jojgjakarta.... ini serius loh, ga main-main.. jangan disamakan dengan studi banding para wakil rahayat yang terhormat.. tabiiiik..

Singkat cerita, berangkatlah tim yang terdiri dari 6 orang yaitu 4 orang dari Samas Denpasar, 1 orang dari Dishub Propinsi Bali dan Pak Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar. O ya, yang 4 orang dari Samas pasti ingin tau ya.. Putu Kusuma, IDM Merthakota, Made Gede Sugiarta (dekotel) dan satu orang penggembira yang serius, serius penggembira... yaitu tukang tulisnya Samas Denpasar. Saya, Pak. Maap.

Di Jogja, kami menyaksikan sendiri lajur sepeda yang dibangun atau lebih tepatnya di cat. Yak, cuma di cat doank.. tapi makna cat di jalan itu besar sekali loh. Artinya, keseriusan Pemkot Jogjakarta untuk memihak pada sepeda dan kegiatan Go Green sangat terasa. Semangat dan kerja keras Pemkota Jogjakarta patut diacungi jempol! Lah, sebelum ono UU no. 22/2009, Pemkot Jogja wes nggarap lajur sepeda, jeh?! Apik tenan, tho? Iyoooo.... ojo ngguyu wes, serius ikiiii...

Wes, singkot cerito.. kunjungan nang Jogjo sukses kabeh. Pertemuan karo Dishub Jogjo berlangsung singkat padat dan merakyat.. aseli, jhe.. bangunan Dishub Jogjo itu dulune markas PETA, Pembela Tanah Air.. Coba delok sik potone..

Trus kesimpulane opo? Di Jogjakarta itu ada Sego Segawe, singkatan dari Sepeda kanggo Sekola Lan Nyambut Gawe.. bagus ya akronim nya.. SS ini dibentuk oleh Pemkot Jogja dan menghimpun para klub dan komunitas sepeda disana. SS inilah kemudian menjadi ujung tombak gerakan sepeda di Kota Gudeg... Kota Bakpia Pathuk 25.. kota yang asyik banget dah.. Pemkot Jogja kemudian memberikan contoh yang baik yaitu dengan mengharuskan (HARUS) PNS bersepeda ke tempat kerja yang berdomisili dengan radius 10km dari pusat pemerintahan setiap hari Jumat. Ya, benar. Bagi yang melanggar apalagi coba-coba pakai mobdin kekantor pada hari Jumat, siap-siap aja dikandangin selama sebulan. Ini sudah di SK Walikota loh.. serius.

Lajur sepeda di Jogja itu diarahkan ke pusat-pusat sekolah dan sedikit sekali menyasar ke pusat perekonomian yang padat traffic nya.. Why? Karena pasti akan menambah kemacetan sebagai akibar jalan yang sempit ditambah coretan lajur sepeda. Betul ya? Boleh pulaaaang......

Denpasar, 21 Februari 2010
Pulang kekotaku.. Ada setangkup rindu.. dalam kalbu... hehe cuma 2 hari semalam di Jogja trus balik pulang dah.. Denpasar! Kota tercinta dengan walikota yang ga kalah kreatifnya dengan Jogja.. bener kan? Heheehehhee.. Nah, sampai di Denpasar, tim lajur sepeda langsung bekerja. Laporan hasil studi banding pun dibuat plus proposal lajur sepeda disempurnakan. Sip!

Dan, Pak Wali sangat semangat untuk mewujudkan lajur sepeda di Kota Denpasar sesegera mungkin! Tanggal 21 Februari 2010 ditetapkan sebagai tonggak Denpasar memiliki lajur sepeda pertama kali... di Bali ini juga yang pertama kali..

Saat ini, ya pada saat tulisan ini ditulis.. Dishub Kota Denpasar tengah bekerja ekstra keras untuk mewujudkan mimpi para pesepeda agar mendapat perlindungan di jalanan umum. Bapak-bapak di Dishub, terimakasih ya, Pak.. kerja keras Bapak semua pasti mendapat tempat terbaik di hati masyarakat Kota Denpasar.. apalagi para pesepeda.. cintaaaaaaa..... Hidup Dishub Kota Denpasar! Hidup Kota Denpasar yang hijau! Hidup Pak Walikota..

Nah sementara sekian dulu update dari blog yang males ini... mohon didoakan agar rajin menulis lagi.. in the mean time.. keep pedalling and smiling.. :)

Sampai bertemu di Renon pada hari Minggu, 21 Februari 2010 jam 6 pagi ya.. jangan telat.. jadilah yang pertama mencoba lajur sepeda.. setelah Pak Wali tentunya...

Salam XCRide,
ED

Selasa, 22 September 2009

Keliling Indonesia - Pasangan Tuna Rungu - Rahma & Yunara


23 September 2009

Dunia persepedaan di Bali kedatangan dua orang pasangan suami istri tuna rungu yang berambisi berkeliling nusantara menunggangi kuda beroda dua zero emission... sepedahh..

Hebat kan? Kita yang 'normal' aja belum tentu bisa...

ceritanya, seperti biasa.. menyusul (makin males nulis yak).. kikikikkkk.. maap maapp.. judul2nya aja dulu biar ga kelupaan...

salam,
ED

Rabu, 26 Agustus 2009

CAR FREE DAY - Hari Bebas Kendaraan Bermotor - di BALI

Rabu, 26 Agustus 2009

Haduh, baru sekarang sempat menulis nih... padahal beritanya udah "basi" ya.. hehe pasalnya, CFD di Denpasar sudah dinikmati pertama kali sehari sebelum perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 16 Agustus 2009 yang jatuh pada hari Minggu. Maap beribu maap.. maksud hati menulis slalu namun apa daya tugas mengganggu.. hehehe.. buah durian buah kedondong.. maapin dong.. hwahaha..

Saat cerita ini ditulis, kondisi hubungan antara negara kita yang baru saja merayakan HUT RI ke 64 sedang panas dengan negara tetangga, Malaysia. Apa pasal? Malaysia dengan lancang memasukkan materi iklan tari Pendet khas Bali ke dalam iklan promosi pariwisatanya. Lah? Edun, ya? Trus apa hubungannya dengan CFD kita di Denpasar? hehehe.. ga ada.. pengen nulis aja.. tar deh jadi satu judul, khusus ngeluarin unek-unek tentang ini.. ya?

Nah kembali ke CFD.
Hiks.. mau nangis rasanya saat CFD bisa dinikmati masyarakat Denpasar di daerah Civic Center Renon Denpasar. Betapa tidak, perjuangan panjang teman-teman yang tergabung dalam SAMAS Denpasar tidaklah mudah karena waktu yang singkat harus melobi banyak pihak terkait termasuk pra event peluncuran CFD ini. Seperti apa?

Flash Back
Masih segar di ingatan teman-teman Bike To Work Bali, saat rapat bersama setelah Om Dodik Aswinarto dikukuhkan sebagai ketua B2W Bali. Rapat di Warung Rani, yang kemudian disepakati menjadi sekretariat resmi B2W Bali, membahas apa dan mau kemana B2W Bali setelah vakum cukup lama. Beberapa tujuan ambisius pun terlontar seperti Car Free Day, Bike Lane, Bike To Office, Bike To School, dan lain-lainya. Semua pun sepakat bahwa mimpi ini harus mulai diperjuangkan. Tim B2W Bali pun mulai bekerja menghimpun informasi dan bergerak dengan ide awal mempersatukan klub dan komunitas sepeda di seluruh Denpasar dan sekitarnya.

Atas undangan Bike To Work Bali, rapat perdana pun digelar di kediaman pengusaha catering sukses Warti Buleleng, yaitu Pak Ngurah Budhita. Hampir seluruh klub dan komunitas yang diundang, hadir. Ketika ide ini dilontarkan di rapat, gayung pun bersambut karena seluruh komunitas sepeda memiliki mimpi yang sama yaitu CFD.

Adalah kemudian sebuah klub sepeda bernama Satak CC yang digawangi oleh IDM Merthakota yang memiliki ide yang sama dan konsep yang cukup matang yang dinamakan Samas Denpasar. Konsep ini pun digulirkan dan mendapat sambutan positif dari seluruh komunitas dan dalam waktu yang tidak lama pun dibentuk kepengurusan Samas Denpasar.

Dukungan Kuat Walikota Denpasar
Sejak kepengurusan dibentuk, para personil pun mulai bekerja dan merencanakan kegiatan strategis mendukung terbentuknya CFD. Saat menemui Bapak Walikota, pengurus mendapat sambutan yang luar biasa dan dorongan begitu kuat untuk segera mewujudkan CFD di Denpasar karena sesuai dengan tema Denpasar Go Green yang dicanangkan oleh Pemkot Denpasar. Pak Walikota pun sangat antusias menggerakan jajaran terkaitnya seperti Sekretaris Kota, Humas Kota, Dishub, Bappeda, PD Parkir, PU dan juga dari pihak Kepolisian Poltabes Denpasar.

Pertemuan demi pertemuan pun bergulir. Duh, nyeritain aja cape.. jadi inget waktu ngerjainnya dulu.. huhuhu.. bersambung deh.. sabar yaaa..

Senin, 10 Agustus 2009

Susunan Kepengurusan B2W Indonesia 2009 - 2011

Sekilas info..

Rekan-rekan Komunitas B2W Indonesia tercinta,

Pada hari Minggu, 9 Agustus 2009 bertempat di Saung Ranger, Kampung Rancamalang, Desa Kadusirung, Kec. Pagedangan - Tangerang telah dilakukan Rapat Pleno Pengurus B2W Indonesia. Salah satu agenda utama pada rapat tersebut adalah penyusunan kepengurusan B2W Indonesia periode 2009 - 2011. Berikut adalah susunan Pengurus Komunitas B2W Indonesia periode 2009 - 2011 tersebut:

Dewan Pembina :
1.Fauzian Sjarindra
2.Hendro Poernomo
3.Indra Ghrawita
4.Susila Oktabri
5.Taufik Hidayat
6.Tekad Adiyono
7.Toto Sugito

Dewan Penasehat :

Bayu Sukmana Pasi
Ramadhani Achdiawan


Pelindung :

Kusmayanto Kadiman
Fauzi Bowo

◊ Ketua Umum : Toto Sugito
◊ Sekretaris : Fahmi Pahlevi A Rifa Ilyasa, Winna Ananda
◊ Bendahara : Naning, Imelda

◊ Ketua 1 : Rivo Pamudji
◊ Humas & Publikasi : Fannie Waldhani, Lucy Iskandar
◊ Research & Info : Wahyu Diartito, M Lutfi, Ripto Gatut
◊ Kegiatan : Alfa Febrianto, Wido Kris, Yudha Bahua, Widi Asmoro

◊ Ketua 2 : Afan Mendrofa
◊ Kewilayahan : Poetoet Soedarijanto, Endra Datta (Bali), Ella
◊ Keanggotaan : Sukartono, Bimo Tjahyono
◊ Merchandise : Dani Dewanto, Lukman Hakim

Selanjutnya tanpa membuang waktu, susunan kepengurusan baru ini secara efektif mulai bekerja sejak hari ini, Senin 10 Agustus 2009.

Dengan segala kerendahan hati, atas nama Pengurus Komunitas B2W Indonesia periode 2009 - 2011, kami mohon doa restu serta dukungan rekan-rekan semua demi kelancaran kerja dan suksesnya program-program yang yang akan disusun.

Terima kasih dan salam berjuta sepeda!

Toto Sugito
Ketua Umum

sumber: copas from milist b2w

Jumat, 07 Agustus 2009

Pelatihan Brigade Bersepeda Siaga Bencana

Sabtu, 08/08/09

Gagasan dari klub sepeda Sandat CC, sebuah klub sepeda dari Rumah Sakit Sanglah, untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan sangatlah luar biasa. Pelatihan ini diberikan selama 2 hari oleh dr. Kuning Atmadjaya, SpB(K) Trauma, FINACS., seorang ahli di bidang penanganan trauma berskala nasional dan internasional. Dr. Kuning, begitu beliau biasa dipanggil, juga adalah kepala triage RS Sanglah Denpasar.

Materi pelatihan terdiri dari:
Materi I:
Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu
Triage
Anatomi tubuh manusia
Mengetahui sumber perdarahan
Cara-cara menghentikan perdarahan

Materi II:
Mengetahui adanya patah tulang
Mengetahui cara-cara stabilisasi patah tulang
Mengetahui cara evakuasi penderita/pasien

Hari kedua, Minggu, 16 Agustus 2009
Praktek Manikin
Simulasi

Dari pemaparan dr. Kuning terlihat peserta sangat antusias. Para peserta terdiri dari klub:
Lelasan Berseri
Satak CC
Lisna CC
Roket CC
Capung CC
Betty CC
The Deaf
B2W Bali
Mc Donalds CC
Foldingbike Bali Community
BNI 46 Gowesers
Sandat CC
Wakil SAMAS

Program B2SB ini adalah kerjasama Sandat CC, RS Sanglah dan Samas Denpasar. Semoga program yang baik seperti ini dapat berlanjut terus seperti harapan Dirut RS Sanglah yang berkenan membuka acara ini dan dihadiri oleh jajaran direksi dan 23 peserta.

Harapannya adalah, setelah pelatihan ini, seluruh peserta dapat menjadi paramedik dan siap menularkan dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh bilamana perlu.

GO SAMAS!

ED

Rabu, 05 Agustus 2009

Car Free Day - di Bali!

Kamis 06 Agustus 2009

hehehe ketawa dulu deh.. soalnya luama buanget ga update blog! Maap maap bukannya mangkir dan banyak alasan seperti dulu.. tapi ini murni memang karena sibuk urus persiapan Car Free Day yang sudah di ACC oleh Pemkot Denpasar. Ceritanya panjaaaaaaaang banget dan rasanya saat ini belum punya waktu untuk tulis-tulis karang-mengarang.. hihihi.. maap maap.. tapi yang penting-penting diulas disini sekarang..

Untuk itu mohon seluruh klub/komunitas yang kebetulan mengakses blog ini, ataupun yang belum kenal mohon digetok-tularkan... toooookkkkkk..... supaya be informed and keep updated untuk acara penting kita bersama.

Sesuai dengan rapat terakhir Samas Denpasar antara pengurus dan ketua klub/komunitas yang hadir pada tanggal 04 Agustus 2009, rapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Pada tanggal 15 Agustus 2009 adalah hari Pencanangan Car Free Day di Denpasar yang akan diisi dengan acara sbb:
>> Fun Bike yang dibungkus dengan budaya yang disebut: "Ngider Buana". Intinya adalah seluruh peserta dikelompokkan menjadi 4 grup besar dan disebar ke 4 penjuru mata angin dari sentral lapangan puputan dan kembali menuju sentral.
Kelompok UTARA:
Kelompok TIMUR:
Kelompok SELATAN:
Kelompok BARAT:
Rute dan klub yang masuk dalam masing-masing kelompok akan diupdate malam ini. Maap.. masih harus koordinasi dulu.

>> Peresmian Samas Denpasar
>> Pencanangan Car Free Day oleh Pak Walikota. Car Free Day akan diwujudkan di RENON. Rute CFD akan diupdate segera.. hehe.. ini juga masih menunggu koordinasi.. duuuh.. maap maap.
>> Peresmian Brigade Bersepeda Siaga Bencana (B2SB). Mohon wakilnya 2 orang dari masing-masing klub untuk dilatih P3K dll oleh RS Sanglah Denpasar. Bisa hubungi kami langsung, pak dewa dan saia, ED. Pelatihan akan dilaksanakan tanggal 8-9 Agustus 2009 mulai pagi sampai siang di RS Sanglah Denpasar.
>> Hiburan live music oleh Johny Agung Double T, Harley Angels, Psychofun dll. Door prize dari Polygon dan Bali TV berupa sepeda gunung. Dan hadiah lainnya.

Sementara itu tanggal 16 Agustus 2009: Car Free Day pertama di Bali akan diluncurkan di Renon dan akan langsung dinikmati oleh Pak Walikota bersama pimpinan MUSPIDA Denpasar.

Demikian update sementara dan akan dilengkapi segera.

Salam sibuk.. duuuuhhhh..

ED

Selasa, 21 Juli 2009

It's NOT the bike, it's you!


Seli keliling Bali?

Nantikan cerita serunya!

ED

Rabu, 15 Juli 2009

UU No. 22/2009

Rabu, 15 Juli 2009

Isi blog ini kok ya semakin serius aja.. hahaha.... mudah-mudahan ga ngebosenin deh bacanya.. hanya sekedar ingin berbagi informasi perkembangan gerakan bersepeda dan yang terkait tentang sepeda. Boleh, kan?

Sejak dibentuk kepengurusan SAMAS Denpasar, pengurus langsung sowan ke Bapak Walikota Denpasar secara informal atau offline. Tujuannya sudah jelas lah ingin menyampaikan ke Pak Wali bahwa SAMAS Denpasar siap untuk diresmikan dan memohon agar beliau bersedia menjadi pembina sekaligus pelindung.

Selain itu, tentunya langsung to the point memohon agar Bali memiliki Car Free Day, yaitu hari bebas kendaraan.

Dari pertemuan sore yang penuh suasana kehangatan, Pak Wali rupanya sangat antusias dan mendukung dibentuknya SAMAS Denpasar dan juga program car free day. Hebatnya, Pak Wali langsung bergerak hingga hari ini, pengurus SAMAS Denpasar yang diwakili oleh DM. Merthakota, Putu Kusuma, AA. Ngurah Rama Putra, Kadek, Ajus Purnamadi, Ngurah Budhita, dan penulis sendiri bertemu dengan Kadis Perhubungan di kantor Dinas Perhubungan di Jalan Cargo.

Dari pertemuan dengan Pak Kadishub, pengurus SAMAS Denpasar mendapat sambutan positif yang luar biasa. Rupanya pihak Dishub sendiri pun memiliki mimpi yang sama yaitu ada hari bebas dari kendaraan di ruas jalan tertentu. Sip, Pak.

Sambil menyimpulkan hasil pertemuan yang santai namun padat tersebut, Pak Kadishub minta agar SAMAS Denpasar segera mengajukan permohonan resmi ke Walikota dengan tembusan kepada pihak Dinas Perhubungan. Siap, Pak.

Rasanya dengan diterbitkannya UU No. 22/2009 yang baru saja ditandatangani oleh Bapak Presiden RI, rasanya keinginan untuk memiliki car free day semakin kuat landasan hukumnya. Berikut cuplikan isi dari UU No. 22/2009 tersebut:

Pasal 25
(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan
perlengkapan Jalan berupa:... Read More
a. Rambu Lalu Lintas;
b. Marka Jalan;
c. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas;
d. alat penerangan Jalan;
e. alat pengendali dan pengaman Pengguna Jalan;
f. alat pengawasan dan pengamanan Jalan;
g. fasilitas untuk sepeda, Pejalan Kaki, dan penyandang cacat; dan
h. fasilitas pendukung kegiatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berada di
Jalan dan di luar badan Jalan.

Bagian Keenam
Fasilitas Pendukung
Pasal 45... Read More
(1) Fasilitas pendukung penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan meliputi:
a. trotoar;
b. lajur sepeda;
c. tempat penyeberangan Pejalan Kaki;
d. Halte; dan/atau
e. fasilitas khusus bagi penyandang cacat dan manusia usia lanjut.
(2) Penyediaan fasilitas pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
diselenggarakan oleh:
a. Pemerintah untuk jalan nasional;
b. Pemerintah Provinsi untuk jalan provinsi;
c. Pemerintah Kabupaten untuk jalan kabupaten dan jalan desa;
d. Pemerintah Kota untuk jalan kota; dan
e. badan usaha jalan tol untuk jalan tol.

Senang sekali rasanya seluruh pejabat daerah mendukung gerakan bersepeda namun akan lebih dahsyat lagi jikalau seluruh pejabat tinggi daerah memberi contoh dengan bersepeda seperti halnya di Makasar, yang menurut informasi dari rekan B2W disana, Gubernur dan Walikota ikut bersepeda bahkan menyanggongi toko sepeda setempat untuk membahas sepeda dan kegiatannya. Hebat!

Heheehe ya ya satu-satu deh.. CFD dulu...

Demikian sekilas info.. and please be informed and updated bagi pengurus SAMAS Denpasar yang berhalangan hadir dan seluruh komunitas SAMAS Denpasar.. :)

Salam berjuta sepeda..

ED


Senin, 06 Juli 2009

Kepengurusan SAMAS Denpasar

Minggu, 5 Juli 2009

Masih ingat dengan SAMAS Denpasar? SAMAS adalah singkatan dari Sekretariat Bersama Sepeda yang berlokasi di Denpasar. Jadi idenya adalah seluruh komunitas sepeda yang berada di Denpasar dan sekitarnya bersatu untuk tujuan yang lebih besar dan bermanfaat bagi pesepeda dan masyarakat luas tentunya.

Nah, setelah menunggu cukup lama, tim formatur yang terdiri dari Bp. Putu Kusuma, AA. Ngurah Rama Putra, dr. AA. Jaya Kusuma, SpOG, Dewa Made Merthakota dan penulis sendiri, akhirnya berhasil menyusun kepengurusan organisasi yang bebas politik praktis dan murni bersifat sosial ini.

Adapun susunan kepengurusannya adalah sbb:

Pelindung: Walikota Denpasar (to be confirmed dengan beliau)

Penasihat:
Putu Kusuma, S.H., MKN.
AA. Ngurah Rama Putra
dr. AA. Jaya Kusuma, SpOG.
Komang Narendra
Asep Dadang
Dodik Aswinarto
Putu Budiasa
Wiwien Gunawasika

Ketua Umum:
Dewa Made Merthakota

Ketua I Bidang Kegiatan: AA. Bagus Purnamadi
Ketua II Bidang Humas: Kadek Sugiarta

Sekretaris I: Endra Datta
Sekretaris II: Andre Subijanto

Bendahara I: I Gst. Ngurah Budhita
Bendahara II: Kadek Noviyanti

Koordinator Lapangan:
Jefry Dallas
Warsika
Pasek
IB. Suryawan

Sekretariat:
Kayumas Inn
Jalan Surapati 23
Denpasar

Demikian laporan singkat dari hasil rapat yang diadakan di Kayumas Inn yang dihadiri oleh 30 lebih pesepeda dan para senior pesepeda di Denpasar.

Laporan lebih lengkap akan disusun kemudian.

Selamat bekerja kepada seluruh kepengurusan SAMAS Denpasar. Semoga dapat menjadi tonggak sejarah perkembangan dunia persepedaan di Denpasar dan Bali.

ED

Rabu, 01 Juli 2009

CITRA - CURHAT..

Kamis, 3 Juli 2009

Melihat dari judul, mungkin asosiasinya ke perempuan bernama Citra, ya? Apalagi dibelakang judul ada embel-embel "curhat" yang merupakan singkatan dari "curi perhatian", maksudnya adalah berbagi cerita yang biasanya merupakan keluh kesah dan masalah.

Tapi kali ini yang dibahas bukanlah seorang gadis cantik namun lebih ke CITRA dalam arti 'image' atau pencitraan. Ada apa?

Beberapa waktu lalu, dalam sebuah surat kabar nasional mungkin sempat membaca ada artikel tentang sepeda lipat di Bali. Ya, sebuah komunitas sepeda lipat yang bernama Foldingbike Community Bali (FCB) telah terbentuk. Kita bahas tentang FCB yang ciamik ini kemudian ya.. Let's focus on the news published.. Nah, pada pemberitaan yang diterbitkan dalam 3 edisi ini, citra yang diangkat sama sekali berbeda dengan yang diharapkan.. begini ceritanya..

Dalam berita pertama pada hari Minggu, 28 Juni 2009, judul besar-besar dibuat dengan menonjolkan sisi borjuis komunitas sepeda lipat ini. "Hobi baru kalangan berduit di kota Denpasar", kurang lebih begitulah tag line nya.. dengan judul, "Sepeda lipat seharga Rp. 40 juta". Dalam cerita itu diulas bahwa komunitas ini dibentuk dengan member orang-orang yang high profile.

Dalam berita edisi kedua pada hari Senin, 29 Juni 2009, cerita masih berlanjut dengan mengulas sisi "wah" komunitas ini sehingga citra yang terbentuk pun menjadi eksklusif sekali.

Saat cerita pertama muncul, berbagai tanggapan negatif kemudian mengalir. Rasa resah dan kurang nyaman pun dirasakan oleh sebagian besar komunitas sepeda lipat ini dan juga komunitas sepeda seperti Bike To Work Bali dan lainnya. Penulis yang kebetulan menjadi "model" dalam cerita itu pun tidak luput dari rasa kurang nyaman ini.

Saat cerita kedua bergulir, rasa kurang nyaman semakin menjadi-jadi. Kok gini jadinya? Begitu tanggapan kawan-kawan pesepeda.

Keesokan harinya, cerita ketiga muncul dengan suasana yang diharapkan. Ini melegakan semua pihak karena cerita yang disampaikan lebih fokus kepada MISI yang diemban oleh komunitas sepeda lipat ini dan komunitas sepeda lain pada umumnya. MISI tersebut adalah bersepeda untuk kesehatan, penghematan energi, pengurangan emisi gas buang dan lingkungan dalam arti luas.

Memang dalam menulis sebuah berita, diperlukan sensasi untuk menarik orang membaca lebih jauh. Namun sensasi yang berlebihan rasanya akan merugikan pihak-pihak yang memiliki keinginan tulus untuk berbuat, mungkin kecil, sesuatu bagi lingkungan dan bumi ini.

Mengumbar sisi borjuis dan eksklusivisme tidak akan memberikan tanggapan yang baik, malah akan menjadi buah bibir dan dicibir. DAN ITU BUKANLAH CITRA YANG INGIN DISAMPAIKAN KEPADA MASYARAKAT LUAS!

Dan pada kenyataannya para komunitas sepeda terdiri dari berbagai kalangan dan melebur menjadi satu. Tidak ada yang membicarakan masalah borjuisme. Tapi dengan niat tulus bersepeda sebagai hobi, untuk kesehatan dan lingkungan! Selebihnya kembali ke individu masing-masing. Karena sepeda juga memiliki tingkat kenyamanan. Ada harga, ada kualitas. Begitulah kenyataannya.

Demikianlah tulisan curhat ini disampaikan agar tidak mengendap didalam hati dan menjadi tidak sehat. Mohon maaf bagi pihak yang merasa dirugikan dengan tulisan ini.

ED
emosi ya? hihihihi... maap maap..

Kamis, 18 Juni 2009

Le Paimos Cycling Co. - Long Distance Cyclist

Rabu, 17 Juni 2009

Mungkin belum banyak yang kenal dengan sosok petualang yang sudah menjelajah banyak negara dan menaklukkan banyak gunung diantaranya puncak Himalaya. Cak Paimo dengan nama asli Bambang Hertadi Mas adalah seorang pengelana sepeda dan pecinta alam yang berasal dari Malang Jawa Timur namun tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Kisah petualangan Cak Paimo sudah dipublikasikan di berbagai media termasuk National Geographic Indonesia dan Majalah Cycling belum lama ini. Dengan catatan ekspedisi ,yang kalau ditulis di kertas bisa jadi empat lembar kwarto, hehehe.., Cak Paimo jarang bisa bertatap muka dengan sesama pesepeda dan pecinta alam karena kesibukannya bekerja jika tidak sedang touring panjang. Bali beruntung karena hari Rabu, 17 Juni 2009, Cak Paimo mampir untuk 'sharing' pengalaman dan memberikan motivasi bagi sesama penghobi dan penikmat sepeda.

Bertempat di Dunkin Donuts Simpang Enam Denpasar, Cak Paimo yang disponsori oleh Eiger, produsen pakaian, tas dan kebutuhan alat-alat bertualang yang cukup disegani di Indonesia, menampilkan foto-foto serta video di berbagai negara yang disinggahi. Perhelatan yang disupport oleh Bike To Work Bali berjalan dengan segar dan mampu memukau hadirin.

Petualangan Cak Paimo bukanlah sebuah perjalanan wisata, namun sebuah kerja keras penuh perhitungan dan pencapaian target. Menurut Cak Paimo, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan riset atas petualangan yang akan ditempuh. Waktu yang lama juga dipergunakan untuk mengumpulkan dana yang dilakukan dengan penjualan merchandise seperti pin, video dan lainnya.

Cak Paimo menegaskan bahwa petualang sepeda jarak jauh bukanlah orang yang tidak waras atau gila, namun orang waras yang melakukan segala sesuatunya dengan perhitungan yang matang dan seksama untuk menaklukkan ketidakmampuan dan ketidakmungkinan!

Hebat!

Sementara itu, Indonesia juga memiliki seorang lady long distance cyclist yang bernama Aristi Parjwalita Madjid. Aristi, begitu dia sering dipanggil, adalah seorang dokter! Yap, dengan malu-malu, wanita yang masih jomblo ini mengakui bahwa kecintaannya dengan sepeda sudah tidak bisa ditawar lagi. Ketagihan, katanya. Perjalanan pertamanya adalah dari Kota Bharu Malaysia dan finish di Saigon Vietnam. Perjalanan ini sejauh 800km lebih! Luar biasa.

Aristi mengaku banyak sekali mendapat pengalaman yang menegangkan dan mengasyikkan dengan bersepeda. Dari foto-fot yang ditampilkan, Aristi menyampaikan pesan-pesan pelestarian alam dan perdamaian.

Cewe, seorang dokter, masih muda dan single, naik sepeda sendiriannnn.... ngapaiiiin???? hehehe mungkin begitu kali ya kebanyakan orang akan bertanya? Tapi Aristi dengan mantap mengatakan bahwa, mimpi harus dipegang kuat dan diwujudkan dengan rencana yang matang! Wah, ini yang membedakan orang biasa dengan yang luar biasa!

Terimakasih kepada Eiger yang memberikan sponsor agar Cak Paimo dan Aristi bisa sharing di Bali. Terimakasih kepada seluruh panitia di B2W Bali atas kerja kerasnya. Terimakasih kepada Gung Erie dan Bu Tammy dari Ayam Bakar Center Point atas projector screen-nya. Terimakasih juga kepada seluruh komunitas sepeda yang telah hadir: Dallas Bali, Betty, Satak CC, Lelasan Berseri, GT Bikers, 46 Gowesers, SAMAR, Inside Jimbaran, Polda Bali CC, dan komunitas lain serta seluruh undangan yang hadir. Mohon maaf atas segala kekurangan panitia.

Terimakasih Cak Paimo dan Aristi! Ditunggu di Bali lagi..

Salut!

ED
orang biasa.. hehe..

Minggu, 14 Juni 2009

Meeting Antar Kepala Suku - Lanjutan!


Minggu, 14 Juni 2009

Judul diatas ada mottonya sedikit ya.. mirip dengan motto salah satu Capres kita. Serupa tapi tak sama.. heheh. Bukan berarti mau kampanye yaaa...

Okeh, Minggu malam 14 Juni 09 diadakan pertemuan kedua antara para ketua klub/komunitas dan tokoh pesepeda di Denpasar bertempat di markas SANDAT CC pimpinan dr. Desie yaitu di RS. Sanglah Gedung Kesehatan Reproduksi. Agenda masih sama yaitu pembentukan SAMAS Denpasar - Sekretariat Bersama Sepeda Denpasar. Sebuah forum komunikasi bagi seluruh pesepeda di Denpasar dan sekitarnya.

Klub yang berkenan hadir cukup banyak antara lain:

1. I Gede Sugiantara - Sesapi
2. I Ketut Rustiawan - INSIDE Jimbaran
3. I Ketut Suwirya - Klipes Denpasar
4. Guntur - Klipes Denpasar
5. I Nyoman Supardana - Klipes Denpasar
6. Dodik Aswinarto - B2W Bali
7. I D.M. Merthakota - Satak CC
8. I Made Sudiana - Sesapi
9. Kawitana - Sesapi
10. I Ketut Mandiarta - Sesapi
11. I Kaded Widia - Sesapi
12. I Made Rai Sugita - SAMAR (ontel)
13. AA. Putra Sutrawan - SAMAR
14. Putu Subada Kusuma SHKN - Id-Foldingbike Bali
15. Jefry - Dalas BBG
16. Made Dwi Priyatna I. - Sandat CC
17. Pasek Suana - B2W Bali
18. Opie - B2W Bali
19. AA. Bagus Putra - Betty BC
20. AA. Gede Arnaya - Sandat CC
21. Dewa Gede Parwata - Sandat CC
22. I Ketut Wandra - Sandat CC
23. Fery D. - Sandat CC
24. Kumbayana - Sandat CC
25. Dr. AA. Ayu Yuli Gayatri SpB. - Sandat CC
26. AA. Putri Wahyuni - Sandat CC
27. Warsika - Sandat CC/Dalas BBG
28. I Made Sunarsa - Sandat CC
29. K. Sentosa - Sandat CC
30. AA. Ngurah Agung Rama Putra - Lelasan Berseri
31. dr. Jaya Kusuma, SpOG. - Sandat CC
32. Endra Datta - Lelasan Berseri/B2W Bali

Beberapa klub mengirimkan berita tidak dapat hadir karena berbagai alasan. GT Bikers, 46 Gowesers dan Pedal Lintas berhalangan hadir namun tetap mendukung segala keputusan yang diambil.

Pertemuan dimulai dengan memberikan kesempatan kepada perwakilan masing-masing klub/komunitas untuk memperkenalkan diri dan kemudian disambung dengan ulasan hasil pertemuan pertama yang diadakan di rumah pemilik catering Nyonya Warti Buleleng, yaitu Pak Ngurah Budhita. Selanjutnya adalah presentasi SAMAS oleh Pak Dewa Satak dan disambung dengan rembug bersama. Hasil dari rembug bersama adalah sbb:


Id-Foldingbike Bali : Bp. Putu Kusuma.
Pak Putu menyetujui dibentuknya SAMAS dan menyampaikan usulan agar sekretariat, pengurus dan wewenang serta tanggung jawab pengurus untuk segera dirumuskan dalam waktu dekat. Sebagai media komunikasi, SAMAS berfungsi sebagai koordinator. Kemudian, posisi SAMAS dalam jangka panjang harus ditentukan agar bisa selaras dengan ISSI.
Informasi tambahan juga disampaikan yaitu adanya gerakan penghijauan yang disponsori oleh ASITA (Asosiasi Travel Agent) dengan menyediakan bibit mangrove sebanyak 50.000 pohon untuk bulan September 2009 di pantai Mertasari Sanur. Informasi lain adalah undangan untuk menghelat fun bike oleh Yayasan Pengembangan Sanur pada saat Sanur Festival diadakan.

LISNA PLN : Bp. I.B. Suryawan
Secara prinsip, Pak Suryawan sangat menyetujui dibentuknya SAMAS Denpasar. Beliau setuju dengan nama SAMAS beserta logonya. Sambil berkelakar, Pak Suryawan menyampaikan bahwa SAMAS harus dilaunching segera. ""Makin cepat makin baik," kata Pak Suryawan sembari menegaskan bahwa bukan bermaksud untuk kampanye politik.. hehehe.. bisa aja..

Lelasan Berseri : AA. Agung Rama Putra
Senada dengan Pak Suryawan dari Lisna, Pak Agung Rama juga sangat mendukung dibentuknya SAMAS sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap dunia persepedaan di Bali. Beliau juga setuju dengan seloroh Pak Suryawan yaitu, makin cepat makin baik (dibentuknya SAMAS - red.).

Dalas BBG : Jefry
Bang Jefry menyetujui sekali keberadaan SAMAS. Mewakili Dalas BBG, Bang Jefry meminta agar SAMAS dapat mempererat persaudaraan sesama pesepeda tanpa melihat suku, agama dan lainnya.

INSIDE : Ketut Rustiawan
Ketut sangat mendukung dibentuknya SAMAS sebagai wadah bersama pesepeda di Denpasar. Ketut pada kesempatan tersebut juga menambahkan agar disetiap kegiatan sepeda yang melibatkan banyak pesepeda, hendaknya sampah plastik jangan sampai dibuang sembarangan karena bertentangan dengan semangat hijau dan lingkungan yang didengungkan oleh komunitas pesepeda.

SAMAR : Rai Sugita
Pak Rai sangat mendukung SAMAS Denpasar segera dibentuk dan berpesan agar jangan terlibat politik praktis. Rasa kekeluargaan menjadi perhatian utama bagi Pak Rai. SAMAR memiliki mimpi agar Bali memiliki satu hari khusus bersepeda demi pariwisata dan lingkungan. Pesan lain yang disampaikan oleh Pak Rai adalah etika bersepeda yang simpatik kepada masyarakat, senyum dan patuhi rambu lalu lintas.

Klipes : I Ketut Suwirya
Pak Ketut tidak banyak berbicara namun dengan tegas menyampaikan dukungannya terhadap dibentuknya SAMAS Denpasar.

Sesapi : I Gede SugiantaraRata PenuhPak Gede juga sangat mendukung terbentuknya SAMAS Denpasar.

Sandat CC : dr. Jaya Kusuma, SpOG.
Pak Dokter menyampaikan agar posisi SAMAS dalam jangka panjang ditentukan supaya jelas jika ada yang bertanya mengenai hal ini. Fungsi SAMAS sangat diperlukan agar tidak terjadi kegiatan bersepeda yang saling bertabrakan seperti yang pernah terjadi dua fun bike pada hari yang sama. Masalah Visi dan Misi juga ditekankan oleh Pak Dokter agar lebih diperjelas dan disosialisasikan lewat SMS ataupun website/blog. Untuk pembentukan pengurus, Pak Dokter menyarankan agar tim formatur ditetapkan dan diberi tugas tersebut. Divisi-divisi sepeda juga baik untuk dibuat misalnya divisi sepeda lipat, mtb, ontel dll. Untuk hal kebersamaan dan keseragaman, SAMAS dibuatkan komisariat disetiap kabupaten agar tidak terjadi masing-masing kabupaten membuat forum masing-masing. Sambil berkelakar, Pak Dokter menyampaikan misalnya di Denpasar ada SAMAS, nanti di Gianyar bisa membentuk DOMAS.. hehehe.. hihihi..
Pak Dokter juga menyampaikan informasi mengenai Brigade Siaga Bencana, sebuah program yang dimiliki pemerintah yang memerlukan volunteer. Pak Dokter berpendapat, pesepeda adalah orang yang tangguh dan bisa menjadi bagian dari brigade tersebut.

B2W Bali : Dodik Aswinarto
Pak Dodik dalam kesempatan tersebut sangat mendorong agar SAMAS Denpasar cepat terwujur sehingga Car Free Day dapat diberlakukan. Pak Dodik juga berharap agar Denpasar memiliki bike line atau jalur bersepeda.

Dari seluruh perwakilan komunitas yang hadir, semuanya menyetujui sbb:
1. Nama SAMAS Denpasar dipakai sebagai wadah pesepeda di wilayah Denpasar dan sekitarnya.
2. Tim formatur akan dibentuk dan diberi tugas untuk menyusun teknis pengurus, sekretariat, dan lainnya. Tim formatur adalah: I DM. Merthakota, Putu Kusuma, AA. Ngr. Agung Rama Putra, dr. Jaya Kusuma, Sp.OG dan Endra Datta.

Demikian sekilas pandangan mata dan kesimpulan hasil pertemuan dengan para ketua klub/komunitas bersepeda di Denpasar dan sekitarnya.

Selamat atas terpilihnya nama SAMAS Denpasar! Semoga dapat menjadi apa yang diharapkan oleh seluruh pesepeda di Denpasar dan sekitarnya.

Acara ditutup dengan jamuan nasi bungkus yang nikmat sekali, courtesy SANDAT CC. Terimakasih Pak Dokter Desie... terimakasih rekan-rekan SANDAT CC yang telah mempersiapkan segalanya demi lancarnya pertemuan ini. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan, yaa... Terimakasih dan mohon maaf juga kepada seluruh perwakilan klub/komunitas sepeda yang telah hadir jika ada yang kurang berkenan selama pertemuan berlangsung. Juga kepada seluruh tim B2W Bali yang mempersiapkan acara ini.. thanks so much.. :)

Indahnya kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Mari kita jaga bersama.

Salam,
ED